Sobat Rhema, hari ini kami mau cerita tentang dua hal sederhana yang sering jadi alasan orang betah duduk lebih lama di Kedai Bukit Rhema: sepiring singkong dan secangkir kopi. Kedengarannya biasa, ya. Tapi di balik singkong keju Magelang yang kami sajikan, ada perjalanan dari ladang warga di sekitar bukit, tangan ibu-ibu desa, sampai meja kayu yang menghadap Perbukitan Menoreh. Kopi yang menemaninya juga punya cerita lokal sendiri.
Kedai Bukit Rhema berdiri sejak 2017 di Kurahan, Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur, Magelang, di kawasan Rumah Doa Bukit Rhema yang oleh banyak orang dikenal sebagai Gereja Ayam. Sejak awal, semangatnya bukan cuma membuka tempat makan, tapi juga memberdayakan warga sekitar. Singkong dan kopi adalah dua contoh paling dekat dari semangat itu.
Singkong dari Dusun Gombong yang “naik kelas”
Cerita singkong kami dimulai dari Kelompok Kerja Latela di Dusun Gombong, desa di sekitar Bukit Rhema. Dulu singkong dari ladang warga hanya dijual mentah. Lewat kolaborasi dengan ekosistem Bukit Rhema, singkong itu diolah menjadi Singkong Keju Latela, camilan yang membawa nama desa ke meja wisatawan.
Yang membuat kami bangga bukan hanya rasanya. Program ini dimulai oleh tiga orang, dan sekarang sudah melibatkan 16 keluarga, bersama ibu-ibu PKK dan kelompok tani yang makin produktif. Singkongnya diambil langsung dari ladang petani lokal, lalu diolah di dapur Kedai Bukit Rhema. Kisah lengkapnya kami tuliskan di halaman ekosistem Bukit Rhema, kalau Sobat Rhema ingin tahu lebih jauh siapa saja yang terlibat.
Jadi setiap kali Sobat Rhema memesan singkong di sini, ada sedikit bagian yang ikut kembali ke desa. Bisa dibilang, ini camilan yang mengenyangkan dua kali: perut tamu dan dapur warga.
Cara menikmati singkong keju Magelang di Kedai Bukit Rhema
Singkong keju yang baik biasanya renyah di luar, lembut di dalam, dengan gurih yang tidak menutupi rasa singkongnya sendiri. Singkong Latela juga bisa dinikmati bersama sambal, jadi Sobat Rhema bisa memilih mau menikmati versi gurih-manis atau gurih-pedas.
Satu hal yang perlu kami sampaikan dengan jujur: singkong keju belum tercantum di daftar menu Kedai Bukit Rhema yang ada di situs kami. Karena itu, saat datang atau sebelum berangkat, tanyakan dulu ketersediaannya hari itu ke tim kami. Kalau sedang kosong, camilan lain di menu tetap bisa jadi teman kopi, misalnya Pisang Goreng Bukit Rhema dengan taburan cokelat dan keju.
Beberapa tips kecil supaya pengalamannya lebih enak:
- Pesan saat masih hangat. Singkong goreng paling nikmat dimakan segera setelah datang dari dapur.
- Berbagi satu porsi dulu. Kalau datang beramai-ramai, pesan untuk dicicipi bersama, lalu tambah kalau cocok.
- Padukan dengan minuman yang tidak terlalu manis. Gurihnya singkong keju justru makin terasa kalau ditemani kopi hitam atau teh hangat.
Kopi Cinta dan robusta Magelang: pasangan yang pas
Kalau singkong mewakili ladang, kopi mewakili lereng-lereng di sekitar Magelang. Di daftar menu kami ada Kopi Cinta, racikan kopi robusta dengan gula aren Magelang yang sering dirindukan tamu yang pernah mampir. Manis gula arennya hangat dan bulat, cocok bersanding dengan gurihnya singkong.
Untuk Sobat Rhema yang suka rasa lebih tegas, ada Robusta Magelang yang bisa dipesan panas atau dingin. Ada juga Coffee Latte, Hazelnut Coffee, dan Affogato, yaitu es krim yang disiram kopi robusta Magelang, untuk yang ingin camilan dan kopi sekaligus dalam satu gelas. Kalau sedang tidak minum kopi, Jahe Sereh atau Jasmine Tea bisa jadi pilihan yang sama hangatnya.
Ingin tahu lebih banyak tentang biji kopi dari daerah ini? Kami pernah menulis panduan tentang kopi khas Magelang dan robusta Menoreh, lengkap dengan cara memilihnya untuk dibawa pulang.

Suasana Perbukitan Menoreh yang ikut “dibumbui”
Ada alasan kenapa kami menyebut paduan ini cita rasa Perbukitan Menoreh. Dari area makan Kedai Bukit Rhema, pandangan Sobat Rhema akan bertemu pepohonan hijau dan garis perbukitan yang membentang di kejauhan. Area makannya terdiri dari bagian indoor dan outdoor, dan lantai atas sering jadi favorit tamu yang ingin duduk menghadap view sambil ngobrol santai.
Pagi hari biasanya terasa segar, dengan udara bukit yang masih sejuk. Siang hari lebih terang dan cocok untuk foto. Menjelang sore, cahaya mulai hangat dan suasana terasa lebih santai. Setiap waktu punya karakter sendiri, dan singkong hangat dengan kopi cocok di ketiganya.
Kalau Sobat Rhema penasaran dengan sudut-sudut duduk di lantai atas, kami sudah mengulasnya di artikel ngopi di lantai 2 Kedai Bukit Rhema.

Alur yang enak: naik ke Rumah Doa, turun ngopi
Banyak tamu menjadikan Kedai Bukit Rhema sebagai tempat singgah setelah naik ke Rumah Doa Bukit Rhema. Setelah menikmati sunrise atau berjalan menyusuri lantai-lantai bangunan merpati di atas bukit, rasanya pas sekali turun dan duduk dengan secangkir kopi serta sepiring singkong.
Alur sederhana yang bisa Sobat Rhema coba:
- Pagi: naik ke Rumah Doa Bukit Rhema, nikmati sunrise atau suasana pagi di atas bukit.
- Setelah turun: singgah di Kedai Bukit Rhema untuk sarapan ringan, kopi, dan camilan.
- Sebelum pulang: tanyakan ke tim kami bila ingin membawa camilan atau produk lokal sebagai buah tangan, sesuai yang tersedia hari itu.
Alur ini juga cocok untuk keluarga yang membawa anak atau orang tua, karena tidak perlu berpindah jauh antara tempat wisata dan tempat makan.
Jam buka dan cara memastikan sebelum berangkat
Kedai Bukit Rhema biasanya buka setiap hari sekitar pukul 06.00 sampai 19.00 WIB. Jam bisa menyesuaikan kondisi tertentu, terutama di musim libur, jadi kami sarankan cek dulu lewat WhatsApp 085725779520 sebelum berangkat. Lewat nomor yang sama, Sobat Rhema bisa menanyakan ketersediaan singkong keju hari itu, memesan meja, atau bertanya soal kedatangan rombongan.
Alamat lengkap dan petunjuk arah tersedia di halaman kontak dan lokasi Kedai Bukit Rhema.
Worth it nggak mampir untuk singkong dan kopi?
Kalau Sobat Rhema mencari camilan dengan cerita lokal yang nyata, kopi dengan karakter Magelang, dan tempat duduk yang menghadap Perbukitan Menoreh, jawabannya: worth it. Singkong keju Latela membawa kisah ibu-ibu dan petani Dusun Gombong, sementara Kopi Cinta membawa manisnya gula aren Magelang. Keduanya sederhana, tapi justru di situ letak hangatnya.
Yang perlu diingat cuma satu: tanyakan dulu ketersediaan singkong keju hari itu supaya tidak kecewa. Kalau sedang ada, sepiring singkong keju Magelang hangat dengan Kopi Cinta adalah cara paling sederhana untuk mengenal rasa bukit ini. Selebihnya, datang saja dengan waktu luang, pesan kopi favorit, dan biarkan view Menoreh menemani obrolan.
Sampai jumpa di Kedai Bukit Rhema, Sobat Rhema. Kopi hangat dan kursi menghadap bukit sudah menunggu.



