BerandaBlogBukan Sekadar Kafe: 8 Tahun Kedai Bukit Rhema Memberdayakan Kelompok Kerja Latela...

Bukan Sekadar Kafe: 8 Tahun Kedai Bukit Rhema Memberdayakan Kelompok Kerja Latela Borobudur (2017–2026)

Di tengah rimbunnya Perbukitan Menoreh yang memukau, tak jauh dari kemegahan Candi Borobudur, Kedai Bukit Rhema hadir dengan cerita yang hidangan lezat. Sejak 2017, setiap piring yang tersaji di sini adalah bukti nyata pemberdayaan masyarakat lokal, sebuah ekosistem yang bertumbuh bersama warga Borobudur. Kami percaya, pariwisata yang sejati bukan hanya tentang keuntungan, melainkan seberapa luas keberkahan yang bisa dibagikan ke lingkungan sekitar, merajut harapan bagi banyak orang.

Berawal dari Refleksi 2016: Menjembatani Pariwisata dan Local Wisdom

Kisah Kedai Bukit Rhema dimulai pada tahun 2016, dari sebuah observasi sederhana namun mendalam. Founder kami, Denmas S Wenas, melihat potensi luar biasa dari ketela atau singkong yang melimpah ruah di sekitar area Bukit Rhema. Bukan hanya sekadar tanaman pangan biasa, singkong ini menyimpan nilai lebih, sebuah sumber daya lokal yang belum teroptimalkan.

Pada saat itu, Borobudur mulai berkembang sebagai destinasi wisata global. Namun, Denmas S Wenas menyadari adanya kesenjangan. Kekayaan lokal seringkali belum terintegrasi maksimal dengan geliat pariwisata. Ada sebuah peluang besar untuk menjembatani keduanya, menciptakan sinergi yang saling menguntungkan antara pengunjung dan warga setempat.

Dari refleksi inilah lahir gagasan untuk membentuk sebuah kelompok kerja yang berfokus pada pengolahan singkong. Ini bukan hanya tentang membuat produk, tapi juga tentang membangun semangat kebersamaan dan kemandirian ekonomi. Kelompok ini menjadi cikal bakal dari apa yang kita kenal sekarang sebagai Kelompok Kerja Latela.

Inisiatif ini dirancang agar setiap kunjungan ke Kedai Bukit Rhema tidak hanya meninggalkan kesan kuliner, tetapi juga jejak positif bagi komunitas. Kami ingin kamu merasakan kehangatan keramahan Borobudur yang autentik, sambil tahu bahwa setiap gigitanmu turut mendukung kehidupan di balik layar.

Dengan semangat yang kuat, Denmas S Wenas mulai menggerakkan roda. Ia merangkul warga sekitar, terutama ibu-ibu, untuk bersama-sama mewujudkan visi ini. Ini adalah langkah awal dari sebuah perjalanan panjang dalam Sejarah Kedai Bukit Rhema yang penuh makna.

Filosofi ‘Lah Telo Wae’ oleh Founder Denmas S Wenas

Nama Kelompok Kerja Latela sendiri memiliki cerita unik yang berasal dari ungkapan bahasa Jawa, ‘Lah Telo Wae’. Secara harfiah, ini bisa diartikan sebagai “Ya, singkong saja”. Ungkapan ini nama, melainkan sebuah filosofi yang mendalam dan membumi.

Filosofi ‘Lah Telo Wae’ mencerminkan kesederhanaan, kearifan lokal, dan kemampuan untuk melihat potensi dalam apa yang sudah ada. Denmas S Wenas ingin menunjukkan bahwa dari bahan pangan yang dianggap biasa, bahkan melimpah dan kadang terabaikan, bisa tercipta sesuatu yang bernilai tinggi. Ini adalah pelajaran tentang bagaimana menghargai sumber daya yang tersedia di sekitar kita.

Singkong, atau ketela, menjadi simbol dari potensi lokal yang seringkali terlewatkan. Melalui ‘Lah Telo Wae’, kami mengajak untuk tidak meremehkan apa yang ada di dekat kita. Justru, dengan kreativitas dan kolaborasi, singkong bisa menjadi tulang punggung ekonomi bagi banyak keluarga di sekitar Borobudur.

Filosofi ini juga menegaskan komitmen Kedai Bukit Rhema terhadap keberlanjutan. Kami ingin mengoptimalkan hasil pertanian lokal, mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar, dan pada akhirnya, menciptakan ekosistem yang mandiri. Ini adalah inti dari Bukit Rhema yang kami bangun bersama.

Visi Denmas S Wenas ini menjadi pondasi kuat bagi semua program pemberdayaan masyarakat Kedai Bukit Rhema. Ini adalah ajakan untuk melihat kekayaan di halaman sendiri, lalu mengolahnya dengan sentuhan kearifan lokal dan semangat gotong royong.

Ekosistem Ekonomi Sirkular yang Mengubah Singkong Jadi Berkah

Sejak tahun 2017, Kedai Bukit Rhema telah membangun sebuah ekosistem ekonomi sirkular yang unik dan berkelanjutan. Inti dari ekosistem ini adalah singkong, yang melalui proses kreatif dan kolaboratif, diubah menjadi berkah bagi banyak pihak. Ini bukan hanya tentang menjual makanan, tetapi tentang merajut sebuah jaringan yang saling mendukung.

Kami percaya bahwa setiap komponen dalam ekosistem ini memiliki peran penting. Mulai dari petani yang menanam, ibu-ibu PKK yang mengolah, hingga kamu, para wisatawan yang menikmati hasilnya. Setiap transaksi yang terjadi di Kedai Bukit Rhema, secara tidak langsung, turut menggerakkan roda ekonomi lokal.

Model ini memastikan bahwa nilai tambah dari produk lokal tetap berada di komunitas. Kami tidak hanya membeli bahan baku, tetapi juga memberdayakan keterampilan dan menciptakan lapangan kerja. Ini adalah gambaran nyata bagaimana pariwisata bisa menjadi agen perubahan positif.

Ekonomi sirkular ini juga mengurangi pemborosan dan memaksimalkan penggunaan sumber daya. Singkong yang melimpah tidak lagi terbuang percuma, melainkan diolah menjadi produk bernilai. Ini adalah bentuk komitmen kami terhadap lingkungan dan kesejahteraan sosial di Kabupaten Magelang.

pemberdayaan masyarakat Kedai Bukit Rhema di Kedai Bukit Rhema
Bukan Sekadar Kafe: 8 Tahun Kedai Bukit Rhema Memberdayakan Kelompok Kerja Latela Borobudur (2017–2026) 3

Dengan cara ini, Kedai Bukit Rhema menjadi tempat makan. Kami adalah pusat pemberdayaan, sebuah jembatan antara kekayaan alam Borobudur dan kebutuhan masyarakatnya.

Petani Lokal Menanam, Ibu-Ibu PKK Memasak dengan Bumbu Rahasia

Jantung dari ekosistem ini adalah kerja sama erat antara petani singkong lokal dan ibu-ibu PKK desa sekitar. Petani Borobudur, yang sudah turun-temurun mengolah tanah di lereng Perbukitan Menoreh, menjadi pemasok utama singkong berkualitas. Mereka menanam dengan penuh dedikasi, menghasilkan panen yang melimpah.

Kemudian, singkong-singkong segar ini diserahkan kepada ibu-ibu PKK desa. Mereka adalah para ahli di dapur, dengan tangan terampil dan resep rahasia yang diwariskan dari generasi ke generasi. Resep ini daftar bahan, melainkan perpaduan rempah pilihan yang menciptakan cita rasa khas Borobudur.

Ibu-ibu ini mengolah singkong menjadi berbagai camilan lezat, terutama singkong goreng yang renyah di luar dan lembut di dalam. Proses pengolahan ini tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga mengaktifkan kembali semangat kebersamaan dan kreativitas di kalangan ibu-ibu. Mereka berkumpul, berbagi cerita, dan bekerja sama.

Setiap singkong yang kamu nikmati adalah hasil dari kerja keras dan cinta. Ini adalah perpaduan antara kearifan bertani dan keahlian memasak lokal yang tak ternilai. Kami bangga bisa menjadi bagian dari rantai nilai ini, mendukung para petani dan ibu-ibu PKK Borobudur.

Kualitas bahan baku dan keahlian tangan ibu-ibu menjadi jaminan rasa autentik yang tidak bisa kamu temukan di tempat lain. Ini adalah representasi sesungguhnya dari cita rasa Borobudur yang kami suguhkan kepadamu.

Singkong Gratis untuk Pengunjung: Bukti Nyata Berbagi Hasil

Salah satu wujud nyata dari komitmen Kedai Bukit Rhema terhadap pemberdayaan masyarakat Kedai Bukit Rhema adalah tradisi singkong gratis. Setiap pengunjung yang memiliki tiket masuk Gereja Ayam akan kami suguhkan seporsi singkong goreng hangat yang lezat. Ini bonus, melainkan sebuah pernyataan.

Pemberian singkong gratis ini adalah bukti nyata komitmen kami untuk berbagi hasil usaha. Kami membeli olahan singkong dari ibu-ibu PKK, yang pada gilirannya membeli bahan dari petani lokal. Dengan menyuguhkannya secara gratis, kami ingin menghargai setiap kedatangan wisatawan, sekaligus menunjukkan bahwa kami adalah bagian dari ekosistem yang utuh.

Ini adalah cara kami berterima kasih kepada kamu yang telah memilih berkunjung. Kamu tidak hanya menikmati keindahan Borobudur, tetapi juga secara tidak langsung mendukung keberlangsungan hidup banyak keluarga. Singkong gratis ini menjadi simbol dari filosofi ‘Lah Telo Wae’ yang kami usung.

Kami ingin kamu merasakan kehangatan dan kemurahan hati warga Borobudur melalui sajian sederhana ini. Ini adalah pengalaman yang kuliner; ini adalah pengalaman berbagi dan merasakan dampak positif dari setiap kunjunganmu.

Tradisi ini juga menjadi penggerak penting dalam ekonomi sirkular. Dengan jaminan pasar melalui Kedai Bukit Rhema, ibu-ibu PKK dan petani memiliki motivasi untuk terus berproduksi. Ini adalah roda ekonomi yang terus berputar, memberikan manfaat bagi semua.

Sinergi dengan Panti Rehabilitasi Betesda Borobudur

Komitmen Kedai Bukit Rhema terhadap pemberdayaan masyarakat Kedai Bukit Rhema tidak berhenti pada singkong dan ibu-ibu PKK. Kami juga menjalin sinergi yang kuat dengan Panti Rehabilitasi Betesda Borobudur. Kolaborasi ini adalah wujud nyata kepedulian kami terhadap kelompok rentan dan upaya untuk menciptakan inklusi sosial.

Panti Rehabilitasi Betesda adalah lembaga yang berdedikasi untuk memberikan perawatan dan pelatihan kepada anak-anak serta warga binaan dengan berbagai kebutuhan khusus. Kami melihat potensi besar dalam diri mereka, serta kesempatan untuk memberikan dukungan yang berarti.

Melalui kerja sama ini, kami ingin menciptakan peluang bagi anak-anak panti untuk mengembangkan keterampilan dan merasa menjadi bagian yang produktif dari masyarakat. Ini adalah langkah kecil namun signifikan untuk membangun jembatan antara mereka dan dunia luar.

Kami percaya bahwa setiap individu memiliki potensi, dan dengan dukungan yang tepat, mereka bisa berkembang. Sinergi ini adalah salah satu cara kami mewujudkan nilai-nilai tersebut, memberikan harapan dan kesempatan bagi mereka yang membutuhkan di sekitar Borobudur.

Ini adalah bagian integral dari misi kami untuk menciptakan pariwisata berdampak Magelang, di mana setiap aspek bisnis kami berkontribusi pada kebaikan bersama. Kami ingin kamu tahu bahwa setiap hidangan yang kamu pesan turut mendukung tujuan mulia ini.

Sayur Hidroponik Segar Hasil Karya Anak-Anak Panti

Salah satu hasil paling membanggakan dari sinergi kami dengan Panti Rehabilitasi Betesda adalah pasokan sayur-mayur hidroponik segar. Anak-anak dan warga binaan panti mengelola kebun hidroponik dengan bimbingan dari para pendamping.

Di kebun ini, mereka belajar banyak hal, mulai dari menanam, merawat, hingga memanen sayuran. Proses ini tidak hanya menghasilkan produk berkualitas tinggi, tetapi juga menjadi terapi yang berharga. Mereka mendapatkan keterampilan baru, meningkatkan rasa percaya diri, dan merasakan kebanggaan atas hasil kerja keras mereka.

Setiap daun selada, setiap tangkai sawi, dan setiap sayuran lain yang tersaji di Menu Kedai Bukit Rhema adalah hasil panen langsung dari kebun mereka. Kami menyerap seluruh kebutuhan dapur harian Kedai Bukit Rhema dari kebun ini, memastikan pasokan sayur yang selalu segar dan berkualitas.

Ini adalah cara kami memastikan bahwa hidangan yang kamu nikmati tidak hanya lezat, tetapi juga sehat dan memiliki cerita di baliknya. Kamu bisa merasakan kesegaran dan mengetahui bahwa di balik setiap gigitan, ada semangat juang dan dedikasi anak-anak panti.

Dukungan kami terhadap Panti Rehabilitasi Betesda adalah bagian dari komitmen kami untuk menciptakan ekosistem yang inklusif. Kami bangga bisa menyajikan Sayur Hidroponik Kedai Bukit Rhema hasil karya mereka, sebuah persembahan dari hati yang tulus.

Dampak Nyata 8 Tahun: Bertumbuh Bersama Warga (2017-2026)

Selama delapan tahun terakhir, sejak 2017 hingga proyeksi 2026, Kedai Bukit Rhema telah menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi dan sosial di kawasan Borobudur. Dampak pemberdayaan masyarakat Kedai Bukit Rhema sudah terasa nyata dan terus berkembang.

Ribuan kilogram singkong telah diolah oleh ibu-ibu PKK, memberikan pendapatan tambahan yang signifikan bagi keluarga mereka. Anak-anak Panti Rehabilitasi Betesda telah menemukan tujuan baru dan keterampilan yang berharga melalui pertanian hidroponik.

Tidak hanya itu, seluruh kebutuhan dapur harian kami, mulai dari bumbu, rempah, hingga bahan-bahan pokok lainnya, diserap langsung dari petani dan pasar lokal Borobudur. Ini menciptakan efek domino, menggerakkan roda perekonomian di tingkat akar rumput.

Kami melihat bagaimana semangat kewirausahaan tumbuh, bagaimana kepercayaan diri masyarakat meningkat, dan bagaimana kebersamaan semakin erat terjalin. Kedai Bukit Rhema bukan hanya tempat makan, tetapi juga pusat komunitas yang aktif.

Perjalanan ini adalah bukti bahwa pariwisata yang bertanggung jawab bisa memberikan manfaat jangka panjang. Kami berkomitmen untuk terus bertumbuh bersama warga, menjadikan Borobudur sebagai contoh destinasi wisata yang berkelanjutan dan berdampak positif.

Kami bangga menjadi bagian dari kisah ini, dan kami berterima kasih kepada kamu yang turut serta dalam perjalanan ini. Setiap kunjunganmu adalah investasi bagi masa depan Borobudur dan masyarakatnya.

Lokasi kami yang strategis, hanya 2,5 km atau sekitar 5-7 menit berkendara dari gerbang utama Candi Borobudur, menjadikan kami pilihan ideal. Baik kamu menggunakan mobil, motor, atau menikmati petualangan dengan VW Safari, akses ke Kedai Bukit Rhema sangat mudah. Ini memudahkan kamu untuk menikmati hidangan kami setelah menjelajahi kemegahan Candi.

Kedai Bukit Rhema buka setiap hari dari pukul 06.00 hingga 19.00 WIB. Jam operasional ini sangat fleksibel, memungkinkan kamu untuk menikmati sarapan lezat setelah menyaksikan matahari terbit di Punthuk Setumbu, atau menikmati makan malam yang romantis saat matahari terbenam di Perbukitan Menoreh.

Untuk kamu yang datang dalam rombongan besar, kami sudah menyiapkan fasilitas yang lengkap. Area parkir bus kami mampu menampung lebih dari 200 orang. Tersedia juga 10+ toilet bersih, mushola yang ramah lansia, dan area playground anak untuk kenyamanan seluruh anggota rombongan.

pemberdayaan masyarakat Kedai Bukit Rhema di kawasan Borobudur
Bukan Sekadar Kafe: 8 Tahun Kedai Bukit Rhema Memberdayakan Kelompok Kerja Latela Borobudur (2017–2026) 4

Keunggulan kuliner kami juga menjadi daya tarik tersendiri. Kami punya Ayam Bakar Nusantara yang dimarinasi dengan rempah selama 6 jam, menghasilkan cita rasa yang kaya dan meresap sempurna. Ditambah lagi, sayur hidroponik segar yang dipanen langsung dari kebun sendiri, menjamin kualitas dan kesegaran terbaik untuk setiap hidangan yang kamu nikmati.

Mengapa Wisatawan Modern Memilih Destinasi Berdampak Sosial

Tren pariwisata telah bergeser. Wisatawan modern tidak lagi hanya mencari keindahan alam atau kemewahan fasilitas. Mereka mencari pengalaman yang lebih mendalam, yang memiliki makna dan dampak positif. Destinasi berdampak sosial, seperti Kedai Bukit Rhema, menjadi pilihan yang semakin populer.

Kamu, sebagai wisatawan cerdas, ingin tahu bahwa perjalananmu tidak hanya meninggalkan jejak karbon, tetapi juga jejak kebaikan. Kamu ingin berkontribusi pada komunitas lokal, memahami budaya, dan merasakan koneksi yang autentik dengan tempat yang kamu kunjungi.

Memilih Kedai Bukit Rhema berarti kamu secara langsung mendukung petani lokal, ibu-ibu PKK, dan anak-anak Panti Rehabilitasi Betesda. Setiap rupiah yang kamu belanjakan di sini, kembali lagi ke masyarakat Borobudur, menciptakan lingkaran kebaikan yang berkelanjutan.

Ini adalah bentuk pariwisata yang bertanggung jawab, di mana kamu bisa menikmati liburanmu tanpa merasa bersalah, justru dengan rasa bangga. Kamu menjadi bagian dari solusi, bukan hanya sekadar konsumen. Ini adalah pengalaman yang memperkaya jiwamu.

Kami percaya bahwa pariwisata memiliki kekuatan untuk mengubah dunia menjadi lebih baik. Dengan memilih destinasi seperti Kedai Bukit Rhema, kamu turut serta dalam mewujudkan visi tersebut, menjadikan perjalananmu liburan biasa.

Kamu bisa merasakan kehangatan dan keramahan khas Jawa Tengah, yang tercermin dalam setiap senyuman dan setiap hidangan yang kami sajikan. Ini adalah pengalaman yang otentik, jauh dari kesan komersial yang hampa. Rasakan denyut nadi kehidupan lokal di sekitar Sungai Elo dan bukit-bukit seperti Punthuk Setumbu, atau destinasi lainnya seperti Svargabumi dan Balkondes Karangrejo, yang semuanya menawarkan perspektif unik tentang Borobudur.

FAQ Pemberdayaan Masyarakat Kedai Bukit Rhema

Kami memahami kamu mungkin memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai inisiatif pemberdayaan masyarakat Kedai Bukit Rhema. Berikut adalah beberapa jawaban untuk pertanyaan yang sering muncul:

  • Apa itu Kelompok Kerja Latela?

    Latela adalah singkatan filosofis dari ungkapan bahasa Jawa ‘Lah Telo’ (lah iya ketela saja), sebuah kelompok kerja bentukan Kedai Bukit Rhema sejak 2017. Kelompok ini memberdayakan ibu-ibu PKK lokal untuk mengolah hasil panen singkong petani sekitar menjadi camilan berkualitas, khususnya singkong goreng lezat yang kamu nikmati.

  • Mengapa singkong goreng di Bukit Rhema diberikan gratis kepada pengunjung?

    Ini adalah komitmen Kedai Bukit Rhema untuk berbagi hasil usaha dan sebagai penggerak ekonomi sirkular. Kami membeli olahan singkong dari ibu-ibu PKK (yang membeli bahan dari petani lokal) lalu menyuguhkannya secara gratis sebagai bentuk penghargaan atas kedatangan wisatawan. Ini adalah cara kami berterima kasih dan mendukung ekosistem lokal.

  • Bagaimana peran Panti Rehabilitasi Betesda di Kedai Bukit Rhema?

    Sayur-sayuran hidroponik segar yang dimasak dan disajikan dalam menu Kedai Bukit Rhema merupakan hasil panen langsung dari kebun yang dikelola oleh anak-anak dan warga binaan Panti Rehabilitasi Betesda Borobudur. Kolaborasi ini memberikan mereka keterampilan, rasa percaya diri, dan dukungan ekonomi.

  • Berapa jarak pasti Kedai Bukit Rhema dari Candi Borobudur?

    Kedai Bukit Rhema sangat dekat dengan Candi Borobudur. Jaraknya hanya 2,5 km atau sekitar 5-7 menit berkendara menggunakan mobil, motor, atau VW Safari dari gerbang utama Candi Borobudur. Ini menjadikan kami pilihan yang nyaman untuk bersantap setelah atau sebelum kunjunganmu ke Candi.

Kami mengundang kamu untuk menjadi bagian dari kisah ini. Dukung pariwisata berdampak dan nikmati sajian lokal autentik yang penuh makna di Kedai Bukit Rhema. Untuk informasi lebih lanjut atau reservasi rombongan, kamu bisa menghubungi kami melalui WhatsApp di nomor 0857-2577-9520. Kami berlokasi strategis di dekat Candi Borobudur, dengan jam operasional 06.00 – 19.00 WIB, siap menyambutmu dengan fasilitas lengkap dan hidangan istimewa.

Keep exploring...

The Dudas minus 1 Berkunjung ke Bukit Rhema Gereja Ayam

Magelang, Jawa Tengah – Nama besar The Dudas Minus 1, yang terdiri dari Ariel Noah, Raffi Ahmad, Gading Martin, dan Desta, kembali menjadi sorotan...

Cafe Restaurant Play Ground Anak Di Borobudur Magelang

Kedai Bukit Rhema: Surga Baru Keluarga di Akhir Pekan Bermain Seru sambil Menikmati Kuliner Lezat Siapa bilang akhir pekan harus membosankan? Dengan kehadiran playground anak yang...

Experience Seru Di Borobudur

Membatik

Membatik Di Kedai Bukit Rhema

Bukit Rhema Desa Karangrejo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia
40000
Dsw02523 - Kedai Bukit Rhema

Sunrise & Sepeda Di Borobudur

Bukit Rhema Desa Karangrejo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia
150.000 - 250.000
Foto Kedai Bukit Rhema Borobudur

Kreasi Hias Donut

Bukit Rhema Desa Karangrejo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia
20000

Related Articles

Singkong Keju & Kopi di Kedai Bukit Rhema: Cita Rasa Perbukitan Menoreh

Cerita singkong keju Magelang dari ibu-ibu Latela Dusun Gombong dan secangkir Kopi Cinta di Kedai Bukit Rhema, ditemani view Perbukitan Menoreh.

Cari Venue Outing Kantor yang Memiliki Nilai CSR & Sosial di Borobudur? Kedai Bukit Rhema Jawabannya

Rekomendasi venue outing dan gathering kantor di Borobudur dengan nilai CSR & dampak sosial nyata bagi masyarakat lokal dan Panti Rehab Betesda.

Rahasia Kelezatan Singkong & Menu Kedai Bukit Rhema: Sentuhan Emak-Emak Latela dan Hasil Bumi Menoreh

Bongkar rahasia kelezatan singkong goreng gratis dan menu Kedai Bukit Rhema hasil olahan bumbu rahasia emak-emak Latela dari panen terbaik Menoreh.

Cafe View Gereja Ayam: Ngopi di Kedai Bukit Rhema (Lantai 2 & Spot Foto)

Sobat Rhema, hari ini kami mau cerita soal pertanyaan yang sering muncul setelah orang...

Wisata Kuliner Berdampak di Borobudur: Bagaimana Setiap Piring Makananmu Membantu Ekonomi Emak-Emak dan Panti Rehab Betesda

Nikmati wisata kuliner berdampak di Borobudur. Setiap pesanan di Kedai Bukit Rhema mendukung petani lokal, emak-emak Latela, & Panti Rehab Betesda.

Senyum Emak-Emak Borobudur: Kisah Liburan Tahunan 1 Kelurahan dari Sisa Hasil Usaha Kelompok Kerja Latela Bentukan Kedai Bukit Rhema

Kisah haru liburan tahunan 1 kelurahan bersama Kelompok Kerja Latela bentukan Kedai Bukit Rhema, dibiayai dari sisa hasil usaha (SHU) pemberdayaan warga.

Setelah Sunrise di Bukit Rhema: Sarapan Syahdu di Kedai (Menu & View)

Sobat Rhema, hari ini kami mau cerita soal bagian pagi yang sering dilupakan orang...

Itinerary 1 Januari di Borobudur: Sunrise, Sarapan, Candi, dan Makan Siang

Rencanakan itinerary 1 Januari di Borobudur dengan urutan sunrise, sarapan, kunjungan candi, dan makan siang tanpa membuat jadwal terlalu padat.