BerandaBlogSenyum Emak-Emak Borobudur: Kisah Liburan Tahunan 1 Kelurahan dari Sisa Hasil Usaha...

Senyum Emak-Emak Borobudur: Kisah Liburan Tahunan 1 Kelurahan dari Sisa Hasil Usaha Kelompok Kerja Latela Bentukan Kedai Bukit Rhema

Setiap tahun, manajemen Kedai Bukit Rhema menyisihkan sebagian Sisa Hasil Usaha (SHU) untuk membiayai liburan seluruh ibu-ibu Kelompok Kerja Latela. Kelompok ini beranggotakan warga sekitar satu kelurahan di Borobudur. Momen keberangkatan mereka selalu dipenuhi tawa dan semangat, menjadi bukti nyata bahwa keberhasilan usaha bisa dirasakan bersama.

Kisah ini tentang angka di laporan keuangan, melainkan tentang senyum lebar emak-emak Borobudur yang mendapatkan kesempatan menjelajah tempat baru. Ini adalah cerita tentang bagaimana sebuah bisnis lokal mampu menciptakan dampak sosial yang hangat dan berkelanjutan, jauh melampaui transaksi jual beli.

Ketika Sisa Hasil Usaha (SHU) Berubah Jadi Tawa dan Piknik Bersama

Di balik hiruk pikuk wisatawan yang datang ke Borobudur, Kedai Bukit Rhema memiliki komitmen kuat terhadap masyarakat sekitar. Kami percaya, pertumbuhan usaha harus sejalan dengan peningkatan kesejahteraan warga lokal. Oleh karena itu, Kelompok Kerja Latela dibentuk sebagai wadah bagi ibu-ibu di sekitar kedai untuk berdaya dan merasakan manfaat langsung dari operasional kami.

Dana untuk liburan tahunan emak-emak Borobudur ini berasal dari Sisa Hasil Usaha (SHU) Kedai Bukit Rhema. Ini adalah bentuk konkret dari filosofi kami untuk berbagi. Setiap keuntungan yang kami dapat, sebagiannya kembali lagi ke tangan komunitas yang telah mendukung kami sejak awal. Ini adalah siklus positif yang kami jaga.

Program liburan ini adalah salah satu agenda yang paling ditunggu setiap tahun. Kami melihatnya sebagai investasi sosial. Ini adalah apresiasi untuk kerja keras dan dukungan mereka.

Prinsip Manajemen: Jika Kedai Bertumbuh, Warga Harus Ikut Bertumbuh

Filosofi ini menjadi fondasi kuat bagaimana Kedai Bukit Rhema beroperasi. Kami tidak hanya fokus pada profit, tetapi juga pada bagaimana profit itu bisa menjadi berkah bagi banyak orang. Pemberdayaan Masyarakat Kedai Bukit Rhema melalui Kelompok Kerja Latela adalah salah satu pilar utama kami.

Kami ingin membangun ekosistem yang saling menguntungkan. Ketika Kedai Bukit Rhema berkembang, warga sekitar, terutama ibu-ibu Kelompok Kerja Latela, juga harus ikut merasakan pertumbuhan itu. Liburan tahunan ini menjadi simbol dari prinsip tersebut, sebuah hadiah dari kerja keras bersama.

Denmas S Wenas, founder Kedai Bukit Rhema, selalu menekankan pentingnya ikatan kekeluargaan. Program ini bukan hanya tentang memberikan uang, tetapi juga tentang membangun kebersamaan dan rasa memiliki. Ini adalah cara kami merayakan keberhasilan bersama, bukan hanya keberhasilan bisnis semata.

Melalui program ini, kami berharap dapat menginspirasi lebih banyak usaha di kawasan Borobudur untuk mengadopsi model bisnis yang berorientasi pada dampak sosial. Ini adalah cara kami berkontribusi pada Bukit Rhema dan Perbukitan Menoreh secara lebih luas.

Jejak Langkah Rombongan Emak-Emak Latela: Dari Menjer Hingga Menganti

Melihat bus-bus pariwisata berjejer di depan Kedai Bukit Rhema, siap mengantar rombongan ibu-ibu Kelompok Kerja Latela, adalah pemandangan yang mengharukan. Mereka membawa semangat dan tawa yang menular, siap menjelajah destinasi baru di Jawa Tengah. Perjalanan ini menjadi cerita yang akan dikenang sepanjang tahun.

Setiap tahun, kami berusaha memilih destinasi yang berbeda dan menarik. Tujuannya adalah memberikan pengalaman baru yang menyegarkan bagi para ibu. Ini adalah kesempatan bagi mereka untuk melepas penat dari rutinitas harian di Kabupaten Magelang dan menikmati keindahan alam serta budaya di luar Borobudur.

kelompok kerja Latela Bukit Rhema di Kedai Bukit Rhema
Senyum Emak-Emak Borobudur: Kisah Liburan Tahunan 1 Kelurahan dari Sisa Hasil Usaha Kelompok Kerja Latela Bentukan Kedai Bukit Rhema 3

Antusiasme para ibu sangat terlihat. Persiapan dilakukan jauh-jauh hari, mulai dari pemilihan baju seragam hingga bekal makanan ringan. Ini semua menjadi bagian dari kebersamaan yang kami hargai.

Kenangan Manis di Telaga Menjer Wonosobo (2025)

Pada tahun 2025, rombongan ibu-ibu Kelompok Kerja Latela berwisata menikmati kesejukan Telaga Menjer di Wonosobo. Danau alami yang dikelilingi perbukitan hijau ini menawarkan pemandangan yang memesona. Udara segar dan suasana tenang menjadi pelengkap sempurna untuk rekreasi.

Di sana, mereka bisa menikmati keindahan alam, berfoto bersama, dan berbagi cerita. Beberapa bahkan mencoba perahu untuk mengelilingi telaga, menambah keseruan perjalanan. Momen kebersamaan ini menjadi sangat berharga, membangun ikatan yang lebih erat antar sesama anggota kelompok.

Telaga Menjer memberikan nuansa baru dibandingkan pemandangan Perbukitan Menoreh yang biasa mereka lihat. Ini adalah kesempatan untuk melihat sisi lain dari Jawa Tengah yang kaya akan keindahan alam. Senyum di wajah mereka adalah bukti bahwa pilihan destinasi ini sangat tepat.

Menyambut Angin Laut di Pantai Menganti Kebumen (2026)

Tidak kalah seru, pada tahun 2026 nanti, Kelompok Kerja Latela akan mengadakan perjalanan seru ke Pantai Menganti di Kebumen. Pantai ini dikenal dengan pasir putihnya yang lembut, tebing-tebing karang yang menjulang, dan air laut biru jernih. Ini akan menjadi pengalaman yang sama sekali berbeda dari Telaga Menjer.

Menjelajahi keindahan Pantai Menganti akan memberikan suasana baru bagi ibu-ibu. Mereka bisa merasakan semilir angin laut, bermain air di tepi pantai, atau sekadar duduk santai menikmati pemandangan. Kami membayangkan tawa riang mereka saat ombak menyentuh kaki.

Destinasi seperti Pantai Menganti adalah pilihan yang tepat untuk melepas penat. Ini memberikan kesempatan bagi mereka untuk merasakan kebebasan dan kegembiraan di tengah alam. Kami percaya, pengalaman ini akan menjadi kenangan indah yang akan mereka ceritakan kepada keluarga dan tetangga di Borobudur.

Dampak Sosial yang Lebih Mewah dari Sekadar Dividen

Program liburan tahunan ini jauh melampaui sekadar pembagian dividen atau bonus. Ini adalah bentuk investasi pada kebahagiaan dan kebersamaan masyarakat lokal. Kami melihatnya sebagai cara untuk memperkuat pondasi sosial di sekitar Kedai Bukit Rhema.

Setiap tawa yang terdengar dari bus rombongan, setiap foto yang diunggah para ibu, adalah cerminan dari dampak positif yang kami ciptakan. Ini adalah bukti bahwa bisnis bisa menjadi agen perubahan sosial yang nyata, bukan hanya mesin pencetak uang.

Dampak ini terasa di setiap sudut kehidupan mereka. Semangat baru, cerita baru, dan ikatan persaudaraan yang semakin kuat. Inilah yang kami sebut sebagai “wisata berdampak sosial Magelang”, sebuah konsep yang kami pegang teguh.

Membangun Keharmonisan dan Mematahkan Stigma Konflik Usaha

Program liburan ini membuktikan keharmonisan dan ikatan batin yang kuat antara founder, manajemen, dan staf warga lokal. Kami bangga bisa membangun lingkungan kerja yang bebas dari drama atau konflik internal yang sering terjadi di banyak usaha.

Di Kedai Bukit Rhema, kami mengedepankan transparansi dan rasa saling percaya. Setiap keputusan diambil dengan mempertimbangkan dampak bagi semua pihak, terutama bagi Kelompok Kerja Latela dan masyarakat sekitar. Ini adalah kunci untuk menjaga suasana kerja yang positif dan produktif.

Kami ingin menunjukkan bahwa bisnis bisa dijalankan dengan integritas dan kepedulian. Tidak ada ruang untuk drama usaha yang merugikan di tempat kami. Sebaliknya, yang ada adalah semangat kekeluargaan dan keinginan untuk tumbuh bersama. Kami sering mendengar cerita tentang Denmas S Wenas yang selalu mengayomi.

Program ini juga menjadi contoh bagi ibu-ibu PKK Borobudur dan kelompok masyarakat lainnya. Sebuah model bagaimana kerjasama antara usaha dan komunitas dapat menghasilkan sesuatu yang istimewa. Kedai Bukit Rhema dan Kelompok Kerja Latela adalah contoh nyata sinergi yang berhasil.

Bagaimana Kunjungan Wisatawan Mewujudkan Liburan Ini

Mungkin kamu bertanya-tanya, bagaimana semua ini bisa terwujud? Jawabannya sederhana: dari setiap piring Ayam Bakar Nusantara marinasi rempah 6 jam yang kamu nikmati, dari setiap gelas minuman dingin yang kamu pesan, dan dari setiap sayur hidroponik segar panen dari kebun sendiri yang tersaji di meja kamu.

Setiap rupiah yang kamu belanjakan di Kedai Bukit Rhema memiliki dampak langsung. Uang itu tidak hanya berputar di kasir kami, tetapi juga menjadi bagian dari Sisa Hasil Usaha yang kemudian dialokasikan untuk program-program sosial, termasuk liburan tahunan Kelompok Kerja Latela.

Ini adalah siklus kebaikan. Kamu datang sebagai wisatawan, menikmati kuliner lezat dan suasana nyaman di dekat Candi Borobudur, dan secara tidak langsung kamu menjadi bagian dari kebahagiaan warga lokal. Kamu menjadi bagian dari senyum emak-emak Borobudur yang bisa berlibur.

Kami ingin kamu tahu bahwa kunjunganmu berarti transaksi. Kunjunganmu adalah kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat sekitar. Ini adalah pesan moral yang ingin kami sampaikan kepada setiap pengunjung. Kamu tidak hanya makan, tetapi juga memberi.

Jadi, setiap kali kamu memilih Kedai Bukit Rhema sebagai Tempat Makan Keluarga di Borobudur, kamu ikut serta dalam mewujudkan senyum dan tawa bagi ibu-ibu hebat ini. Kamu ikut membangun jembatan kebahagiaan yang menghubungkan pariwisata dengan pemberdayaan lokal.

FAQ Liburan Tahunan Kelompok Kerja Latela

Kami memahami kamu mungkin memiliki beberapa pertanyaan mengenai program liburan tahunan Kelompok Kerja Latela ini. Berikut adalah beberapa pertanyaan umum yang sering diajukan, beserta jawabannya.

kelompok kerja Latela Bukit Rhema di kawasan Borobudur
Senyum Emak-Emak Borobudur: Kisah Liburan Tahunan 1 Kelurahan dari Sisa Hasil Usaha Kelompok Kerja Latela Bentukan Kedai Bukit Rhema 4
  • Q: Dari mana sumber dana liburan tahunan kelompok emak-emak lokal Borobudur ini?

    A: Seluruh biaya perjalanan, akomodasi, dan rekreasi dibiayai penuh dari Sisa Hasil Usaha (SHU) atau keuntungan tahunan Kedai Bukit Rhema sebagai bentuk apresiasi dan bagi hasil kepada Kelompok Kerja Latela.

  • Q: Ke mana saja destinasi liburan tahunan yang pernah dikunjungi Kelompok Latela?

    A: Pada tahun 2025 rombongan berwisata menikmati kesejukan Telaga Menjer di Wonosobo, dan pada tahun 2026 mengadakan perjalanan seru ke Pantai Menganti di Kebumen.

  • Q: Apa pesan moral dari program jalan-jalan tahunan ini bagi pengunjung Kedai Bukit Rhema?

    A: Pengunjung dapat melihat secara transparan bahwa setiap rupiah yang mereka belanjakan untuk makan dan minum di Kedai Bukit Rhema memberikan kebahagiaan dan kesejahteraan nyata bagi keluarga besar masyarakat lokal Borobudur.

  • Q: Berapa jarak pasti Kedai Bukit Rhema dari Candi Borobudur?

    A: Hanya 2,5 km atau sekitar 5-7 menit berkendara menggunakan mobil, motor, atau VW Safari dari gerbang utama Candi Borobudur.

Kami berharap informasi ini bisa memberikan gambaran yang lebih jelas tentang komitmen sosial Kedai Bukit Rhema. Ini adalah bagian dari Sejarah Kedai Bukit Rhema yang ingin kami bagikan kepada kamu.

Jika kamu berencana mengunjungi Borobudur, luangkan waktu untuk mampir ke Kedai Bukit Rhema. Kami buka setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 19.00 WIB, cocok untuk sarapan pasca-sunrise atau santap malam saat sunset. Kedai kami berjarak hanya 2,5 km atau sekitar 5-7 menit berkendara dari Candi Borobudur, mudah dijangkau dengan mobil, motor, atau VW Safari. Untuk rombongan besar, kami menyediakan area parkir bus yang luas untuk 200+ orang, dilengkapi 10+ toilet bersih, mushola ramah lansia, serta area playground untuk anak-anak. Jangan lewatkan kesempatan mencicipi Ayam Bakar Nusantara marinasi rempah 6 jam dan sayur hidroponik segar panen dari kebun kami sendiri. Ajak keluarga dan teman-teman makan di Kedai Bukit Rhema dan jadilah bagian dari kebahagiaan warga lokal. Kamu bisa menghubungi kami untuk informasi lebih lanjut atau reservasi melalui WhatsApp di 0857-2577-9520.

Keep exploring...

The Dudas minus 1 Berkunjung ke Bukit Rhema Gereja Ayam

Magelang, Jawa Tengah – Nama besar The Dudas Minus 1, yang terdiri dari Ariel Noah, Raffi Ahmad, Gading Martin, dan Desta, kembali menjadi sorotan...

Cafe Restaurant Play Ground Anak Di Borobudur Magelang

Kedai Bukit Rhema: Surga Baru Keluarga di Akhir Pekan Bermain Seru sambil Menikmati Kuliner Lezat Siapa bilang akhir pekan harus membosankan? Dengan kehadiran playground anak yang...

Experience Seru Di Borobudur

Membatik

Membatik Di Kedai Bukit Rhema

Bukit Rhema Desa Karangrejo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia
40000
Dsw02523 - Kedai Bukit Rhema

Sunrise & Sepeda Di Borobudur

Bukit Rhema Desa Karangrejo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia
150.000 - 250.000
Foto Kedai Bukit Rhema Borobudur

Kreasi Hias Donut

Bukit Rhema Desa Karangrejo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia
20000

Related Articles

Singkong Keju & Kopi di Kedai Bukit Rhema: Cita Rasa Perbukitan Menoreh

Cerita singkong keju Magelang dari ibu-ibu Latela Dusun Gombong dan secangkir Kopi Cinta di Kedai Bukit Rhema, ditemani view Perbukitan Menoreh.

Cari Venue Outing Kantor yang Memiliki Nilai CSR & Sosial di Borobudur? Kedai Bukit Rhema Jawabannya

Rekomendasi venue outing dan gathering kantor di Borobudur dengan nilai CSR & dampak sosial nyata bagi masyarakat lokal dan Panti Rehab Betesda.

Rahasia Kelezatan Singkong & Menu Kedai Bukit Rhema: Sentuhan Emak-Emak Latela dan Hasil Bumi Menoreh

Bongkar rahasia kelezatan singkong goreng gratis dan menu Kedai Bukit Rhema hasil olahan bumbu rahasia emak-emak Latela dari panen terbaik Menoreh.

Cafe View Gereja Ayam: Ngopi di Kedai Bukit Rhema (Lantai 2 & Spot Foto)

Sobat Rhema, hari ini kami mau cerita soal pertanyaan yang sering muncul setelah orang...

Wisata Kuliner Berdampak di Borobudur: Bagaimana Setiap Piring Makananmu Membantu Ekonomi Emak-Emak dan Panti Rehab Betesda

Nikmati wisata kuliner berdampak di Borobudur. Setiap pesanan di Kedai Bukit Rhema mendukung petani lokal, emak-emak Latela, & Panti Rehab Betesda.

Bukan Sekadar Kafe: 8 Tahun Kedai Bukit Rhema Memberdayakan Kelompok Kerja Latela Borobudur (2017–2026)

Kisah 8 tahun Kedai Bukit Rhema memberdayakan Kelompok Kerja Latela (Lah Telo), petani lokal, dan Panti Rehab Betesda dalam ekosistem wisata berdampak.

Setelah Sunrise di Bukit Rhema: Sarapan Syahdu di Kedai (Menu & View)

Sobat Rhema, hari ini kami mau cerita soal bagian pagi yang sering dilupakan orang...

Itinerary 1 Januari di Borobudur: Sunrise, Sarapan, Candi, dan Makan Siang

Rencanakan itinerary 1 Januari di Borobudur dengan urutan sunrise, sarapan, kunjungan candi, dan makan siang tanpa membuat jadwal terlalu padat.