BerandaTempat Makan Di BorobudurSejarah Gereja Ayam Bukit Rhema Tempat Syuting Film AADC 2

Sejarah Gereja Ayam Bukit Rhema Tempat Syuting Film AADC 2

Anda pasti tahu dong kisah cinta Rangga dan Cinta yang populer di kalangan remaja tahun 2000-an? Ya, kisah cinta mereka tersaji dalam film Ada Apa Dengan Cinta yang diperankan oleh Nicholas Saputra dan Dian Sastrowardoyo. Dalam sekuelnya, film AADC 2 menggunakan Bukit Rhema Gereja Ayam sebagai salah satu lokasi syuting pada tahun 2015. Setelah itu, Bukit Rhema mulai ramai dikunjungi wisatawan yang penasaran ingin melihat langsung tempat ikonik yang muncul dalam perjalanan Rangga dan Cinta.

Mendapat vision dari Tuhan untuk membangun Gereja Ayam

Pada awalnya sang founder, yakni Daniel Alamsjah, datang ke Kabupaten Magelang untuk keperluan pekerjaan pada tahun 1988. Di area yang kini menjadi lokasi berdirinya bangunan Bukit Rhema, Daniel Alamsjah berdoa dan kemudian mendapatkan dorongan spiritual untuk membangun sebuah rumah doa bagi segala bangsa. Seperti tagline yang diusung, yakni “House of Prayer for All Nations”.

Peletakan batu pertama pembangunan Bukit Rhema dilakukan pada tahun 1992. Proses pembangunannya berjalan bertahap dengan berbagai tantangan. Namun, pada tahun 1999 pembangunan harus berhenti. Setelah itu, Daniel Alamsjah lebih fokus pada pelayanan sosial melalui Panti Rehabilitasi Bethesda.

sejarah Gereja Ayam Borobudur
Sejarah Gereja Ayam Bukit Rhema Tempat Syuting Film AADC 2 27

Bukan Gereja Tapi Rumah Doa Segala Bangsa

Banyak wisatawan di luar sana yang mengira Bukit Rhema sebagai gereja. Padahal, sejak awal bangunan ini tidak dimaksudkan sebagai gereja untuk satu kelompok atau satu denominasi tertentu. Bukit Rhema dibangun dengan semangat sebagai rumah doa segala bangsa, tempat orang dari berbagai latar belakang dapat datang untuk berdoa, berefleksi, dan mengenal nilai perdamaian.

Saat ini, kawasan Bukit Rhema telah memiliki beberapa fasilitas ibadah dan refleksi, termasuk Mushola, Jalan Salib, dan Kapel. Selain itu, masih ada proses perizinan untuk dua tempat ibadah dari agama lain. Upaya ini menjadi bagian dari semangat Bukit Rhema untuk menghadirkan ruang yang menghormati keberagaman dan memberi tempat bagi pengunjung dari berbagai keyakinan.

Bangunan inti Gedung Bukit Rhema tetap dapat digunakan bersama. Di dalamnya, pengunjung dapat mengenal sejarah, masuk ke ruang-ruang doa, dan merasakan pesan utama yang ingin dihadirkan: bahwa Bukit Rhema bukan sekadar bangunan ikonik di Borobudur, tetapi ruang perjumpaan, doa, dan refleksi bagi banyak orang.

Adegan AADC di Gereja Ayam Bukit Rhema, Magelang
Rangga dan Cinta di Mahkota Gereja Ayam – solopos.com

Setelah cukup lama terbengkalai, area Bukit Rhema mulai dibersihkan kembali pada tahun 2012. Proses ini menjadi awal kebangkitan Bukit Rhema dari bangunan yang sempat ditinggalkan menjadi destinasi wisata edukatif dan spiritual yang dikenal luas.

Pada tahun 2015, film AADC 2 menggunakan Bukit Rhema sebagai salah satu lokasi syuting. Setelah film tersebut dikenal luas oleh masyarakat, semakin banyak wisatawan datang untuk melihat langsung bangunan yang kemudian populer dengan sebutan Gereja Ayam.

Kini, Bukit Rhema dikelola di bawah Yayasan Sinar Bukit Rhema. Destinasi ini telah dikunjungi wisatawan dari lebih dari 120 negara, menjadikannya salah satu ikon wisata Borobudur-Magelang yang dikenal hingga mancanegara.

sejarah Gereja Ayam Borobudur
Sejarah Gereja Ayam Bukit Rhema Tempat Syuting Film AADC 2 28

Bentuk Burung Merpati Bermahkota

Sunrise Gereja Ayam Bukit Rhema Borobudur
Merpati Bermahkota

Desain keseluruhan bangunan dirancang langsung oleh sang founder, yakni Daniel Alamsjah. Bangunan di Bukit Rhema ini sebenarnya berbentuk burung merpati bermahkota, bukan ayam. Burung merpati dipilih karena melambangkan perdamaian, cinta kasih, dan kesetiaan.

Lalu kenapa disebut Gereja Ayam? Sebutan itu muncul dari persepsi masyarakat sekitar. Bagian kepala bangunan yang menggunakan mahkota dikira sebagai jengger ayam. Dari sanalah sebutan “Gereja Ayam” mulai melekat dan akhirnya lebih dikenal luas oleh wisatawan. Meski begitu, nama asli kawasan ini adalah Bukit Rhema.

Sunrise Gereja Ayam Bukit Rhema Borobudur
Bagian Mahkota Gereja Ayam

Bukit Rhema ini dapat Anda pilih sebagai tempat wisata edukasi dekat Borobudur. Edukasi yang akan didapatkan berkaitan dengan indahnya perbedaan dan toleransi dalam beragama. Selain itu, dari bagian paruh, wisatawan akan disuguhkan dengan visual Candi Borobudur dari kejauhan. Tidak sampai disitu nanti pada bagian mahkota lantai tertinggi, yakni lantai 7 wisatawan dapat melihat hamparan pegunungan. Tak tanggung-tanggung wisatawan akan dibuat terpukau degan pemandangan beberapa gunung sekaligus. Diantaranya, Gunung Sumbing, Sindoro, Merbabu, dan Merapi.

Sunrise Gereja Ayam Bukit Rhema Borobudur
Kedai Bukit Rhema

Beralih ke bagian kedai, wisatawan dapat menyantap sajian lezat seperti bakmie djowo yang menjadi signature meal di Kedai Bukit Rhema. Uniknya, disini menjual kopi cinta yang diambil dari nama salah satu pemeran di film AADC 2. Dari kedai ini pula Anda bisa menikmati kudapan ditemani dengan hamparan hijaunya Perbukitan Menoreh yang asri.

Apa nama asli Gereja Ayam Borobudur?

Nama asli destinasi yang populer disebut Gereja Ayam adalah Bukit Rhema. Sebutan Gereja Ayam muncul karena masyarakat dan wisatawan lebih mudah mengenali bentuk bangunannya, meskipun desain aslinya adalah burung merpati bermahkota.

Siapa pendiri Bukit Rhema Gereja Ayam?

Bukit Rhema didirikan oleh Daniel Alamsjah. Pada tahun 1988, Daniel Alamsjah berdoa di area yang kini menjadi lokasi bangunan Bukit Rhema, lalu mendapatkan dorongan spiritual untuk membangun Rumah Doa Segala Bangsa.

Kapan pembangunan Bukit Rhema dimulai?

Peletakan batu pertama pembangunan Bukit Rhema dilakukan pada tahun 1992. Pembangunan berjalan bertahap, lalu berhenti pada tahun 1999.

Kenapa pembangunan Bukit Rhema sempat berhenti?

Pembangunan Bukit Rhema berhenti pada tahun 1999. Setelah itu, Daniel Alamsjah lebih fokus pada pelayanan sosial melalui Panti Rehabilitasi Bethesda, sehingga kawasan Bukit Rhema sempat terbengkalai cukup lama.

Kapan Bukit Rhema mulai dibersihkan kembali?

Area Bukit Rhema mulai dibersihkan kembali pada tahun 2012. Proses ini menjadi awal kebangkitan Bukit Rhema sebelum kemudian semakin dikenal luas setelah digunakan sebagai salah satu lokasi syuting film AADC 2 pada tahun 2015.

Apakah Bukit Rhema hanya untuk umat Kristen?

Tidak. Bukit Rhema dikenal sebagai Rumah Doa Segala Bangsa. Saat ini kawasan Bukit Rhema telah memiliki Mushola, Jalan Salib, dan Kapel, serta masih dalam proses perizinan untuk dua tempat ibadah agama lain. Bangunan inti Gedung Bukit Rhema tetap dapat digunakan bersama.

Kenapa disebut Gereja Ayam kalau bentuknya merpati?

Sebutan Gereja Ayam muncul karena masyarakat sekitar mengira mahkota pada kepala bangunan sebagai jengger ayam. Padahal, desain asli bangunan Bukit Rhema adalah burung merpati bermahkota.

Apa yang bisa dilakukan setelah mengunjungi Bukit Rhema?

Setelah mengunjungi Bukit Rhema atau Gereja Ayam, pengunjung bisa beristirahat dan makan di Kedai Bukit Rhema yang berada di kawasan yang sama. Kedai ini menyajikan menu halal, minuman, kopi, dan pemandangan Perbukitan Menoreh.

Gereja Ayam Bukit Rhema ini telah menjadi salah satu wisata magelang unggulan yang layak untuk dikunjungi bersama dengan pasangan maupun keluarga. Jangan lupa datang ke Bukit Rhema dan nikmati keindahannya!

Keep exploring...

The Dudas minus 1 Berkunjung ke Bukit Rhema Gereja Ayam

Magelang, Jawa Tengah – Nama besar The Dudas Minus 1, yang terdiri dari Ariel Noah, Raffi Ahmad, Gading Martin, dan Desta, kembali menjadi sorotan...

Cafe Restaurant Play Ground Anak Di Borobudur Magelang

Kedai Bukit Rhema: Surga Baru Keluarga di Akhir Pekan Bermain Seru sambil Menikmati Kuliner Lezat Siapa bilang akhir pekan harus membosankan? Dengan kehadiran playground anak yang...

Experience Seru Di Borobudur

Membatik

Membatik Di Kedai Bukit Rhema

Bukit Rhema Desa Karangrejo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia
40000
Dsw02523 - Kedai Bukit Rhema

Sunrise & Sepeda Di Borobudur

Bukit Rhema Desa Karangrejo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia
150.000 - 250.000
Foto Kedai Bukit Rhema Borobudur

Kreasi Hias Donut

Bukit Rhema Desa Karangrejo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia
20000

Related Articles

Panduan Lengkap Tempat Makan Dekat Borobudur 2025

Cari tempat makan dekat Borobudur yang enak? Kedai Bukit Rhema: 4,8⭐ 10.968 ulasan, halal, view Menoreh, mulai Rp 25.000. Panduan jujur dari kami.

Tempat Makan Keluarga di Borobudur yang Ada Playground dan Ramah Anak

Wisata keluarga ke Borobudur dan cari tempat makan yang ramah anak? Kedai Bukit Rhema: playground alam, menu halal, area lega, mushola tersedia. Cocok semua usia.

Proses 6 Jam di Balik Ayam Bakar Nusantara Kedai Bukit Rhema: Dari Perendaman sampai Piring

Ayam bakar Nusantara Kedai Bukit Rhema butuh 6 jam persiapan. Intip prosesnya: marinasi semalam, bumbu 11 rempah, dan cara pertahankan rasa di 150+ porsi per hari.

Catering Prasmanan Borobudur untuk Gathering, Acara Kantor, dan Wedding

Butuh catering prasmanan halal di Borobudur untuk gathering atau acara kantor? Kedai Bukit Rhema: 4 paket menu, kapasitas 350 orang, invoice resmi. Hubungi kami.

Sarapan Bergizi Sebelum Sunrise Borobudur: 5 Menu yang Siap Jam 05.30

Mau sunrise Borobudur? Isi perut dulu. 5 menu sarapan terbaik di Kedai Bukit Rhema yang sudah siap jam 05.30 — sebelum kamu naik ke Punthuk Setumbu atau spot sunrise lainnya.

Panduan Lengkap Outing Sekolah Borobudur: Aktivitas, Paket Makan & Cara Booking

Panduan outing sekolah ke Borobudur untuk guru & panitia: urutan aktivitas, paket makan rombongan, titik kumpul, dan cara booking. Bisa untuk 50-300 siswa.

4 Pilihan Venue Rapat + View Alam di Kawasan Borobudur yang Bikin Peserta Betah

Cari venue rapat dengan view alam di Borobudur? 4 pilihan tempat meeting indoor & outdoor lengkap kapasitas, fasilitas & harga. Produktif sambil nikmati hamparan sawah.

Sarapan Setelah Liat Sunrise di Punthuk Setumbu, Candi Borobudur, dan Bukit Dagi: Mulai Jam 06.00 di Kedai Bukit Rhema

Baru turun dari sunrise Borobudur dan butuh sarapan? Kedai Bukit Rhema buka dari jam 06.00. Sarapan hangat dengan view Menoreh — atau ambil paket sunrise+sarapan.